Semakin Eksen dengan Jam Dinding Modern

Tuesday, August 21, 2012

Cara yang bisa dilakukan untuk mempercantik isi rumah. Mulai dari mendekorasi, mendesain, hingga menghadirkan berbagai aksesoris-aksesoris atau furnitur yang menarik. Salah satunya adalah jam dinding.

Furniture ini merupakan salah satu pernak-pernik penghias rumah yang bisa dijadikan poin untuk melengkapi keindahan rumah. Apalagi dengan kian beragamnya desain serta modelnya. Mulai dari antik, modern, minimalis, klasik, tradisional dan masih banyak lagi.

Ukurannya pun bias disesuaikan selera. Ada jam berukuran kecil atau sedang yang bisa digantung di dinding, ada juga yang berukuran besar yang posisinya diletakkan berdiri.

Dengan dijadikannya jam dinding sebagai pilihan aksesoris rumah, kini jam dinding pun sudah mengikuti perkembangan tren. Begitupun, ada baiknya memilih jam dinding tidak hanya melihat dari tren semata. Namun haruslah disesuaikan dengan kebutuhan dan keuangan yang dimiliki.

Tidak hanya itu, kondisi atau luas ruangan juga perlu diperhatikan. pasalnya, jangan sampai keberadaan jam dinding akan memberi kesan luas ruangan kian menyempit. Terutama untuk jam yang posisi berdiri.

Soal tren, Dewi selaku karyawan toko yang khusus menjual jam di Jalan Surabaya Medan mengatakan, sampai saat ini jam dinding yang masih dicari adalah yang klasik dan antik.

Begitu pun, saat ini banyak juga yang memilih jam tangan modern. Pasalnya, jam dinding modern ini diyakini bisa memberi aksen yang baik, dimana kesan artisitik bisa dimunculkan dalam sebuah ruangan, baik ruangan pada rumah maupun ruang kerja atau kantor. Sehingga bisa menjadi titik fokus keluarga dan tamu.

"Banyak yang milih yang modern tapi anggun. Tapi banyak juga yang pilih klasik sama antik. Tapi sekarang ini masyarakat udah lebih ke yang modern. Mungkin karena tren rumah sekarang banyak yang minimalis. Jadi lebih cocok ke jam dinding yang modern, dibanding klasik, unik, atau antik. Kecuali kalau rumahnya klasik, atau ruangannya berdesain klasik, pilihan jamnya pasti yang klasik," katanya kepada MedanBisnis beberapa waktu lalu saat ditemui di toko tempatnya bekerja.

Selain yang modern, lanjutnya, jam dinding yang paling banyak dicari adalah yang model minimalis. Ini tentu saja karena dipengaruhi tren rumah yang semuanya bernuansa minimalis.

Lantas bagaimana jika menginginkan jam dinding bermodel klasik, namun ruangan berkonsep minimalis? Jangan cemas, karena saat ini jam dinding model klasik sudah mulai dimodifikasi hingga berpenampilan minimalis.

"Dia modelnya klaisk, tapi dibuat lebih minimalis. Jadi kesan keduanya dapat. Cocok diletak di ruangan yang berkonsep klasik, juga di ruangan minimalis. Tapi kalau jam antik belum ada yang dimodifikasi jadi minimalis. Karena kalau antik itu biasanya yang dulu-dulu punya. Dan kita juga tidak banyak menyediakan jam antik. Itu biasanya tokonya tersendiri. Dia khusus menjual jam-jam antik," tuturnya lagi.

Namun sebelum membeli, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal pertama tentu modelnya, karena ini diperlukan untuk menyesuaikan tema ruangan yang akan meletakkan jam dinding tersebut.

Kemudia harga atau bajet yang dimiliki. Jangan sampai hanya karena ingin terlihat memiliki jam dinding mewah, semua tabungan terkuras hanya untuk itu. Akan lebih baik memilih jam yang sedikit murah, namun tetap terlihat menarik meski bukan jam bermerek.

Nah sebelum meletakkannya di ruangan, ada beberapa aspek yang juga harus diperhatikan. Tentunya aspek yang dapat mewakili fungsi benda tersebut sebagai penunjuk waktu, juga style yang ada di dalamnya.

Misal, dinding yang luas dan polos akan sangat tepat jika ditambahkan sebuah jam dinding. Kemudian jika sudut ruangan terlihat kosong, tidak ada salahnya menambahkan jam dinding dengan model berdiri. Bisa juga diletakkan di sudut kursi tamu, atau ditengah ruangan menghadap ruang tamu. Dengan catatan, tidak menghalangi pandangan maupun jalan.

Begitupun, memilih jam bukanlah hal yang sepele. Karena style yang dimilikinya bermacam-macam. Ada jam yang lebih cocok diletakkan di ruang tamu, ada juga yang digunakan di dapur, kamar tidur, ruang santai, dan ruang-ruang lainnya.

"Di lihat dulu, jamnya mau diletakkan di mana. Kalau di ruang tamu, gak mungkin beli jam dinding yang modelnya biasa-biasa aja. Tapi kalau untuk diletakkan di dapur, ya gak usah beli yang gayanya macam-macam atau yang bermodel-model. Ya harus dilihat fungsinya dulu, baru beli," ucap Dewi menjelaskan.

Untuk harga, jam dinding memiliki harga yang bervariasi. Ada yang puluhan ribu rupiah, ada juga yang jutaan rupiah. Tergantung model, ukuran, jenis, bahan, merek, dan lain-lainnya.

"Kalau jam dinding yang biasa-biasa aja, paling Rp 30 ribu-an. Tapi kalau yang besar, yang model berdiri lebih mahal. Ada yang Rp 3 juta, ada juga yang lebih mahal lagi," katanya.

Karena itu, sebelum memilih ada baiknya mempertimbangkan bajet yang dimiliki, style yang diingini, dan fungsi dari ruangan serta jam yang ingin ditampilkan. Dengan begitu, jam dinding tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu tapi juga bisa menjadi pelengkap hiasan ruangan. ( sri mahyuni) (www.medanbisnisdaily.com)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
© Copyright 2012-2013 Karya Unik All Rights Reserved.
Supported by Jam Dinding | Link Partners kembang latar | Powered by Blogger.com.